Archive for Juni 2014
Sweet Sweet Romance - Goto Misaki
Nagomi Satodzuka adalah gadis berusia 15 tahun yang masih sangat kuno dalam mengerti arti cinta, ciuman dan juga bermesraan. Dia adalah gadis SMA yang lugu dan sangat terobsesi pada cerita putri dan pangeran dalam dunia dongeng. Nagomi diajak teman-temannya untuk mengikuti Goukon (Sejenis kencan buta, biasanya di Karaoke). Dengan pengharapan yang sangat besar bertemu pangeran, Nagomi bertemu dengan salah seorang laki-laki yang dianggapnya menarik, Haruto Sakurada. Haruto yang terkesan dewasa dan berpengalaman dalam persoalan cinta malah menggoda Nagomi dan terlihat santai dengan kepanikan Nagomi yang melihat temannya sedang berciuman.
Gadis lugu itu ingin menghindari Haruto, tapi tak bisa dan ketahuan oleh laki-laki tampan itu. Haruto mengajak Nagomi kencan, tapi dengan cara yang tidak biasa. Malu dan agak gengsi untuk mengakui bahwa Haruto menyukai gadis lugu itu. Khayalan Nagomi tak selalu menjadi kenyataan. Tapi gadis polos itu mendapati dirinya selalu berdebar tiap berada di dekat Haruto. Meski menyebalkan dan bahkan ketika Nagomi tahu bahwa dirinya hanyalah salah satu dari taruhan yang dibuat Haruto dan teman-temannya. Tapi Haruto malah memberi kesan ciuman pertama pada Nagomi.
Gadis itu tak ingin lagi bertemu dengan Haruto. Nagomi yang tak pernah merasakan cinta di dunia nyata akan bagaimana? Apakah Haruto benar-benar menyukai Nagomi atau hanya taruhan belaka? Lalu apakah sebenarnya maksud ciuman itu?
Cerita Tambahan
Spangled Winter Sky
Awalnya Kiino hanya ingin menghibur Rio Mukai (panggilannya Ou-chan) yang cintanya bertepuk sebelah tangan dengan salah seorang senior di klub voli. Kii-chan adalah anggota klub voli. Begitu pula dengan Ou-chan. Beberapa jam sebelum tahun baru, 6 orang anggota voli datang ke sekolah untuk melakukan penghitungan mundur. Kii-chan berharap bisa menyatakan cintanya pada Ou-chan. Kii-chan tertarik pada benda mirip jam yang digantungkan di leher Ou-chan. Apakah pernyataan cinta Kii-chan akan berbalas?
My Orange
Amo dan Rin adalah teman masa kecil. Mereka memiliki banyak kenangan di sebuah pohon jeruk yang ada di tengah-tengah taman. Amo tumbuh menjadi gadis kikuk yang cantik, sedangkan Rin tumbuh menjadi laki-laki tampan dan dingin dengan banyak tindikan di telinganya. Apakah cinta Amo akan tersampaikan pada Rin yang semakin menjauh darinya? Lalu apa sebenarnya yang membuat Rin menjauhi Amo?
Enjoy reading, minna!--Aoiwj--
CHOICE (PROLOG)
.
.
.
CHOICE
.
.
.
.
.
Disclaimer
© Masashi Kishimoto
Story
Written By Gheralda
Rate
M for Blood
Genre
: Romance, Mistery, Crime, Action
Fandom
: Naruto
Main
Pairing : U. Sasuke X H. Sakura
.
.
.
.
Summary
Hidup
di sebuah negara yang penuh dengan kelicikan sama sekali bukan kehendaknya.
Bekerja di bawah kekuasaan pemerintah yang keji juga bukan kehendaknya. Hidup
tanpa ingatan juga bukan kehendaknya/”Yang ku tau, aku hanyalah boneka dengan
rantai di leherku…”/”Jika kau mengerti arti hidup, maka kau akan mengerti hidup
adalah pilihan—Sakura.”
.
.
.
Warning
Typos,
OOC, Blood Expilist, Kissing Scane, Bad Sakura, Sad Ending, AU type, Action
Story, DLDR, Mind RnR?
.
.
.
.
.
PROLOG
Malam yang begitu gelap di suatu kota. Diterangi dengan
cahaya purnama di langit tanpa pelayannya—bintang. Langit kosong yang cerah,
sang raja malam berdiri dengan gagahnya tanpa ada pengawal yang melindunginya.
Hawa dingin terasa begitu asing di kala hari menjelang awal musim panas. Ditambah
dengan kabut yang menyelimuti keseluruhan kota tersebut.
Tepat di tengah kota tampak sosok gadis kecil yang
menangis ditemani dengan ratusan mayat yang tergeletak di sekitarnya. Gadis itu
menangis meraung sembari memeluk erat sebuah boneka kelinci kecil miliknya.
Memanggil-manggil dua sebutan yang berarti baginya—ayah dan ibunya.
Sedangkan dua sosok yang ia sebutkan terdiam membisu.
Dua sosok manusia yang menyayanginya itu bukan terdiam tanpa alasan, mereka
terdiam karena tak ada lagi jiwa yang mengisi segumpalan daging yang disebut
raga. Hingga raga itu menjadi dingin, kosong dan pucat.
Tepat di depan gadis itu, mayat kedua orang tuanya
tergeletak dengan keadaan mengenaskan.
Sang ayah dalam keadaan tubuh yang
tertusuk oleh jarum berwarna hitam pekat dan sebuah kristal yang muncul dari
permukaan tanah, menancap menembus perutnya hingga mengeluarkan isi perutnya
melalui punggungnya. Dang sang ibu—tak jauh berbeda dari sang ayah. Wanita
cantik berambut merah muda itu tergeletak mengenaskan dengan tubuh yang
dipenuhi jarum hitam serta kakinya yang hancur lebur tertimpa bangunan yang
runtuh.
“Papa—mama, hiks…bangun!! Kumohon, bangun!!” Gadis itu
meraung untuk yang kesekian kalinya. Tangannya terarah menggapai tubuh tak
bernyawa ibunya. Namun tanpa ia duga, sebuah sabit menghalangi gerakan tangannya.
Sosok manusia berjubah merah berdiri di balik sabit
yang menghalangi tangan gadis kecil itu. Wajahnya tak nampak karena tudung
jubah yang menutupi kepalanya, serta cahaya malam yang hanya berasal dari bulan
dan beberapa lampu jalanan yang tersisa.
Dengan tangannya, sosok berjubah merah itu mencabut
sabitnya, lalu mengarahkan ujungnya ke wajah gadis kecil itu. Sosok itu tertawa
keji seraya menjauhkan ujung sabit itu dari wajah gadis yang tampak ketakutan
seraya memeluk erat boneka kelinci miliknya.
“Hm?? Kurasa kurang menarik jika aku membunuhmu di
sini. Lagipula, kemampuanmu masilah seperti anak kucing yang menyedihkan tanpa
induknya.” Ucap sosok itu kemudian menancapkan sabit itu tepat di kepala mayat
ibu gadis kecil itu.
Sepasang mata gadis itu membulat takut ketika melihat
kepala orang yang menjadi ibunya itu hancur, di depan matanya. Ia lalu berdiri
dan berlari menjauh dari sosok keji berjubah merah itu. Dengan kaki kecil yang
terbalut sandal rumahan, gadis itu berlari menembus jalanan kota yang penuh
dengan genangan darah dimana-mana.
“Larilah sekuat tenagamu dan aku hanya perlu
menunggumu—menjadi seekor singa yang cantik.” Sosok itu berucap keras dengan
suara tawa yang mengakhiri kalimatnya.
Ia lalu mencabut kembali sabitnya dari kepala wanita
yang menjadi ibu gadis kecil itu. Sosok itu membawa sabitnya, berjalan kearah
yang berlawanan dari arah gadis itu berlari. Tak ada yang bisa ia dapatkan dari
kota yang mati ini, pikirnya. Ia pikir gadis yang dimaksud atasannya bukan
gadis kecil tak berdaya itu.
Ah, sepertinya ia sudah salah target—padahal sudah
sejauh ini kan?
.
.
.
.
See
You In Chapter 1
.
.
.
A/N
Ini adalah salah satu dari kedua belas fanfic favorite
saya, yang awalnya saya publish di fanfiction.net dengan akun saya bernama
Emerald AI. Saya sedang memfokuskan diri untuk mentamatkan fanfic saya ini.
Sebagai permulaan saya akan mempublish fanfic ini disini. Walau fandomnya agak
mainstream, aku harap banyak yang suka. Saya memilih fandom ini karena
banyaknya karakter yang saya kuasai di dalamnya.
Arigatou
Gheralda
You Are My World Vol. 1 - Notoyama Keiko
Rika Mikuni, seorang gadis SMP yang tinggal hanya bersama ayahnya saja. Orangtuanya bercerai karena berbagai alasan. Kini Rika memberanikan diri untuk mengunjungi ibunya yang sudah menikah dan memiliki keluarga baru. Dalam perjalanan menuju rumah ibunya, Rika tak sengaja bertubrukan hingga terjatuh dengan seorang anak laki-laki. Seiya Minamoto, laki-laki itu mengajak Rika ke rumahnya karena merasa bertanggung jawab telah mengotori baju gadis itu.
Tak disangka, Rika bertemu dengan ibunya. Ya, Seiya adalah anak laki-laki yang menjadi bagian dari keluarga baru ibunya. Seiya setahun lebih tua dibandingkan Rika. Seiya menyambut Rika dengan penuh hangat. Begitu pula dengan adik-adik Seiya yang lain. Ada Yota, adik laki-laki yang cantik kelas 4 SD dan juga Mitsuki, adik perempuan yang ceria, umur 5 tahun.
Mitsuki tertarik dengan jepit rambut mahkota milik Rika dan bersikeras untuk menukarkan miliknya dengan jepit rambut mahkota itu. Rika tampak ragu memberikannya. Jepit rambut itu adalah benda berharga yang didapatnya saat hari terakhir bersama keluarganya yang utuh. Rika memang tak pandai mengekspresikan perasaan dan cenderung menutupinya di depan orang lain. Tapi entah bagaimana Seiya menyadari apa yang dirasakan Rika.
Di akhir kunjungannya, Rika mendapatkan sebuah kelegaan di hatinya berkat kata-kata Seiya. "Kita akan selalu bersama!"
Seiya pun meminta Rika untuk datang dan menonton pertandingan sepak bola dimana laki-laki itu akan turun bertanding. Di hari pertandingan, Rika berpapasan dengan Ginga, teman masa kecilnya. Seiya pun melihat Rika dan laki-laki yang tak dikenalnya. Sepertinya firasat rival pun muncul.
Di saat Rika sedang ada dirumah Seiya karena jatuh sakit, Seiya dengan jelas mengatakan, "Aku suka kamu!" Rika hanya diam dan berdebar tanpa mengatakan sepatah kata pun. Bagaimana ya, kisah mereka? Lalu apa yang akan terjadi setelah ini?
Di dalam manga ini juga terdapat extra story tentang hari yang dilewati bersama antara Mitsuki dan Rika. Serta bagaimana kisah Seiya dulu saat bertemu dengan ibu Rika.
Nah, bagi teman-teman yang membaca kisah Notoyama-sensei sebelumnya yaitu Paradise After School, di dalam manga ini juga akan ada beberapa halaman cerita tambahan yang tidak bisa dimuat dalam manga Paradise After School.
Enjoy reading, minna ^^
--Aoiwj--




